[COLLEGE] Tugas Penyakit Akibat Kerja

23 Mar

 

Tugas Penyakit Akibat Kerja

 

KASUS

Seorang laki-laki, 27 tahun datang dengan keluhan sesak nafas sejak 2 tahun yang lalu. Sesak nafas timbul pada sore hari. Demam, mual, muntah, dan nyeri kepala disangkal. Pasien sejak 4 tahun yang lalu bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan batu bata.

  1. Buatlah langkah-langkah untuk menegakkan diagnosis penyakit akibat kerja!
    1. Tentukan Diagnosis klinisnya.

Diagnosis klinis harus dapat ditegakkan terlebih dahulu dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada. Lakukan anamnesis, pemeriksaan fisik sampai penunjang. Setelah diagnosis klinik ditegakkan baru dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan pekerjaan atau tidak.

  1. Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama ini.

Pengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Perlu dilakukan anamnesis mengenai riwayat pekerjaan secara cermat dan teliti, yang mencakup: penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penderita secara kronologis, lamanya melakukan masing-masing pekerjaan, bahan yang diproduksi, materi (bahan baku) yang digunakan, jumlah pajanannya, pemakaian alat perlindungan diri (masker), pola waktu terjadinya gejala, informasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada yang mengalami gejala serupa), informasi tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan (MSDS, label, dan sebagainya).

  1. Tentukan apakah pajanan tersebut memang dapat menyebabkan penyakit tersebut

Apakah terdapat bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bahwa pajanan yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita. Jika dalam kepustakaan tidak ditemukan adanya dasar ilmiah yang menyatakan hal tersebut, maka tidak dapat ditegakkan diagnosa penyakit akibat kerja. Jika dalam kepustakaan ada yang mendukung, perlu dipelajari lebih lanjut secara khusus mengenai pajanan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang diderita (konsentrasi, jumlah, lama, dan sebagainya).

  1. Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami cukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut.

Jika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk diteliti lebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat menentukan diagnosis penyakit akibat kerja.

  1. Tentukan apakah ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi

Apakah ada keterangan dari riwayat penyakit maupun riwayat pekerjaannya, yang dapat mengubah keadaan pajanannya, misalnya penggunaan APD, riwayat adanya pajanan serupa sebelumnya sehingga risikonya meningkat. Apakah pasien mempunyai riwayat kesehatan (riwayat keluarga) yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih sensitif terhadap pajanan yang dialami.

  1. Cari adanya kemungkinan lain yang dapat merupakan penyebab penyakit

Apakah ada faktor lain yang dapat merupakan penyebab penyakit. Apakah penderita mengalami pajanan lain yang diketahui dapat merupakan penyebab penyakit. Meskipun demikian, adanya penyebab lain tidak selalu dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab di tempat kerja.

  1. Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya

Sesudah menerapkan ke enam langkah di atas perlu dibuat suatu keputusan berdasarkan informasi yang telah didapat yang memiliki dasar ilmiah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak selalu pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit, kadang-kadang pekerjaan hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. Hal ini perlu dibedakan pada waktu menegakkan diagnosis. Suatu pekerjaan/pajanan dinyatakan sebagai penyebab suatu penyakit apabila tanpa melakukan pekerjaan atau tanpa adanya pajanan tertentu, pasien tidak akan menderita penyakit tersebut pada saat ini. Sedangkan pekerjaan dinyatakan memperberat suatu keadaan apabila penyakit telah ada atau timbul pada waktu yang sama tanpa tergantung pekerjaannya, tetapi pekerjaannya/pajanannya memperberat/mempercepat timbulnya penyakit.

 

  1. Data apa saja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis akibat kerja?
    1. Data dari anamnesis

–          Riwayat penyakit sekarang

–          Riwayat penyakit dahulu

–          Riwayat penyakit keluarga

–          Riwayat pekerjaan

–          Riwayat kebiasaan

  1.  Data dari pemeriksaan fisik
  2. Data dari pemeriksaan penunjang

–          Data pemeriksaan laboratorium

–          Data pemeriksaan radiologiData lingkungan kerja dan analisis riwayat pekerjaan

 

  1. Tindakan pencegahan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien ini?

–          Substitusi, yaitu mengganti bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya.

–          Ventilasi umum, yaitu mengalirkan udara ke ruang kerja untuk menurunkan kadar lebih rendah dari nilai batas ambang. Ventilasi keluar setempat, yaitu mengalirkan keluar bahan berbahaya dari ruang kerja.

–          Isolasi salah satu proses produksi yang berbahaya.

–          Pemakaian alat pelindung diri (masker).

–          Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan secara berkala.

–          Penyuluhan sebelum bekerja, agar pekerja mengetahui dan mematuhi segala peraturan, serta agar mereka lebih hati-hati.

–          Penyuluhan tentang kesehatan dan keselamatan kepada para pekerja secara terus-menerus, agar mereka tetap waspada dalam menjalankan tugasnya.

–          Menghindari paparan alergen dengan berganti pekerjaan.

 

 

  1. Diagnosis apa saja yang mungkin diderita oleh pasien tersebut?

–          Pneumokoniosis

–          Asma akibat kerja

–          Penyakit paru dan saluran pernafasan

–          Alveolitis alergika

 

SOAL

 

  1. Pengertian sehat menurut WHO dan ILO?
  • WHO: Suatu keadaan sejahtera, sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan saja.
  • ILO: suatu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang setinggi tingginya bagi pekerja di semua jabatan, pencegahan penyimpangan kesehatan diantara pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan, perlindungan pekerja dalam pekerjaannya dari risiko akibat faktor yang merugikan kesehatan, penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang diadaptasikan dengan kapabilitas fisiologi dan psikologi, dan diringkaskan sebagai adaptasi pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia kepada jabatannya.

 

  1. Bagaimana rumus kimia benzene dan struktur molekulnya?

Benzena merupakan salah satu kelas besar dalam golongan aromatic, senyawa-senyawa yang memiliki induk hidrokarbon C6H6. Titik leleh benzena adalah 5,5oC dan titik didihnya 80ºC. Benzena merupakan senyawa yang relatif stabil dan memiliki aplikasi yang penting pada industri kimia, meskipun diklaim merupakan senyawa karsinogenik.

Rumus Kimia: C6H6

Struktur Molekul:

 

  1. Apa yang dimaksud dengan risk assessment?

Penilaian risiko (risk assesment) adalah suatu proses yang sistematik untuk menilai dan mengintegrasikan pertimbangan profesional mengenai kemungkinan kondisi yang buruk. Sebuah pendekatan metodologi yang terstruktur dalam mengelola sesuatu yang berkaitan dengan sebuah ancaman karena ketidakpastian. Ancaman yang dimaksud adalah akibat dari aktivitas individu. Risk assessment meliputi penilaian risiko yang mengancam, pengembangan strategi untuk menanggulangi risiko dengan pengelolaan sumber daya yang ada. Sederhananya, risk assessment adalah metode yang sistematis untuk menentukan apakah suatu kegiatan mempunyai resiko yang dapat diterima atau tidak.

 

  1. Peraturan MENKES yang mengatur tentang kesehatan kerja?

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1087/ MENKES/SK/VIII/2010 Tentang Standar Keseahatan Dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit.

–          Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 02/MEN/1980 tentang pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dalam penyelenggaraan keselamatan kerja

–          Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5/MEN/1996 tentang system manajemen kesehatan dan keselamatan kerja

–          Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1075/MENKES/SK/2003 tentang sistem informasi kesehatan dan keselamatan kerja

–          Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang pedoman manajemen kesehatan dan kselamatan kerja di Rumah Sakit

 

  1. Apa yang dimaksud dengan evidence based?

Suatu pendekatan yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini atau proses yang digunakan secara sistematik untuk menemukan, menelaah, dan memanfaatkan hasil-hasil studi sebagai dasar dari pengambilan keputusan.

 

  1. Apa perbedaan fume, gas , dan kabut?
  • Fume: Partikel zat padat yang terjadi karena kondensasi bentuk gas, biasanya setelah penguapan benda padat yang dipijarkan.
  • Gas: Suatu zat tanpa bentuk, mengisi seluruh ruangan pada suhu dan tekanan normal,  tidak terlihat, tidak berbau pada konsentrasi rendah, mempunyai dimensi tekanan, volume, suhu, dan dapat berubah wujud dengan mengubah tiga dimensi tersebut.
  • Kabut: Titik cairan halus di udara yang terjadi akibat kondensasi bentuk uap atau dari tingkat pemecahan zat cair atau menjadi tingkat dispersi, melalui cara tertentu.

 

  1. Penyakit akibat kerja menurut WHO dan ILO?

–          Penyakit akibat pekerjaan itu sendiri saja; pneumocomiosis

–          Penyakit yang salah satu sebabnya berasal dari pekerjaan; karsinoma bronchogenic

–          Penyakit yang tidak hanya disebabkan oleh pekerjaan tapi juga penyakit-penyakit lainnya dan pekerjaan termasuk salah satu di dalamnya; brokhitis kronis.

–          Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan yang memperberat penyakit itu sendiri; asthma

 

  1. Sebutkan penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat kelainan pada N. Radialis, N. Medianus, N. Ulnaris!
    1. Nervus radialis
  • Ruptur nervus radialis: Kerusakan dari nervus yang menyebabkan suatu kelainan fungsional dan struktural pada nervus radialis. Kelainan yang mana dihubungkan dengan adanya bukti klinis, elektrografis dan atau morfologis yang menunjukkan terkenanya saraf tersebut atau jaringan penunjangnya. Pada umumnya ruptur nervus radialis disebabkan oleh trauma, baik karena trauma atau penekanan langsung pada sarafnya atau dapat juga akibat dislokasi atau fraktur yang mengenai lengan atas. Gejala klinisnya meliputi:
  • Motorik: kelumpuhan brachioradialis, ekstensor pergelangan tangan dan ekstensor digitorum
  • Sensorik: perasaan hilangnya sensasi diatas dari dorsum ibu jari pada lesi yang lebih parah adalah hilangnya sensasi dari dorsum lengan atas.

 

 

  1. Nervus ulnaris
  • Entrapment neuropathy saraf ulnaris: kumpulan penyakit saraf perifer yang dicirikan dengan adanya nyeri atau kehilangan fungsi saraf akibat kompresi yang kronik. Neuropathy saraf ulnaris merupakan penyakit tersering kedua yang disebabkan kompresi pada daerah siku atau pergelangan tangan. Penyakit ini menyerang pria 3-8 kali lebih sering dibandingkan pada wanita.
  1. Nervus medianus:
  • Karpal tunnel sindroma.: Penyakit ini disebabkan terjepitnya saraf perifer (nervus medianus) oleh ligamen transversus carpii (ligamen otot yang berada di pergelangan tangan) yang mengalami degenerasi dan pengerasan akibat kerjanya yang hiperaktif dan berulang.

 

  1. Apa perbedaan data ranking dan rating?

–          Skala rating: Digunakan bila responden diminta memberikan skor sebuah obyek tanpa membuat perbandingan dengan objek lain. Contoh: responden diminta menilai produk sepeda motor dalam skala rating 7 poin.

–          Skala ranking: Digunakan membatasi responden untuk perbandingan satu atau lebih objek. Contoh: responden diminta menilai produk terbaik dari 2 merk sepeda motor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: